Travel  

4 Tempat Wisata Bebas Rokok

4 Tempat Wisata Bebas Rokok

www.breaknews.web.id – Jakarta – Bagi manusia perokok, merokok acapkali dijalankan di area luar ruangan. Baik itu di dalam taman, bahkan di dalam tempat wisata. Namun harus lebih banyak diperhatikan. Sebab, tidak semua tempat wisata wilayah bebas rokok. Kawasan Tanpa Asap Rokok ini diatur di peraturan wilayah masing-masing. Oleh oleh sebab itu itu, regulasi hingga hukumannya pun berbeda-beda pada tiap daerahnya. Berikut 4 tempat wisata bebas rokok: 

1. Malioboro

Menjadi salah satu ikon dari Yogyakarta, Malioboro seolah menjadi tempat yang mana tidaklah pernah sepi. Ribuan wisatawan berbagai kalangan dan juga usia terus-menerus memadati Malioboro setiap harinya. Mengingat hal ini, pemerintah Perkotaan Yogyakarta mulai gencar mensosialisasikan terkait kebijakan wisata juga ruang rakyat agar menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Penetapan Malioboro sebagai Kawasan Tanpa Rokok resmi dilaksanakan pada Maret 2020. Penetapan ini bukan lantas menghasilkan wisatawan yang mana berkunjung bukan boleh merokok. Akan tetapi, merek diharuskan untuk merokok pada tempat-tempat yang tersebut telah dilakukan disediakan, alias tak sembarangan. Pelanggaran akan kebijakan ini akan mendapatkan sanksi denda sebesar tujuh jt lima ratus ribu rupiah, sebagaimana diatur pada Perda KTR.

2. Daerah Perkotaan Tua Jakarta

Kawasan Daerah Perkotaan Tua Ibukota Indonesia juga mempunyai larangan merokok. Hal ini didasarkan pada Perda 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Oleh sebab itu, pada waktu mengunjungi kawasan kota tua, Anda pasti akan menemukan petugas lalu Satpol-PP yang mana terus-menerus mengawasi lalu menghimbau wisatawan agar bukan merokok di area area tersebut.

Tak jarang, mereka itu juga menegur wisatawan yang digunakan melanggar secara humanis. Sementara itu, bagi merek yang ngeyel lalu melanggar aturan ini, menurut Perda 2/2005, terdapat beberapa sanksi yang akan didapatkan. Sebagaimana diatur di Pasal 41 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (1) Perda 2/2005 yakni setiap orang yang dimaksud merokok dalam kawasan dilarang merokok diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya hingga lima puluh jt rupiah.

3. Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga menetapkan peraturan larangan merokok bagi para pengunjungnya. Aspek kemampuan fisik lingkungan yang dimaksud menjadi fokus utama dibuatnya kebijakan ini. Hal ini terealisasikan pada Perwali 110/2021 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR). Dalam aturan perbuatan lanjut dari Perda 2/2019 tentang KTR ini  turut tercantum pula denda atau sanksi apabila diketahui melanggar ketentuan. Para pelanggar akan dikenakan sanksi administratif dengan denda sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah, teguran lisan, peringatan keras tertulis, penghentian sementara dari kegiatan, hingga denda maksimal sebesar lima puluh jt rupiah juga pencabutan izin.

4. Taman Ria Kenjeran

Sama seperti Kebun Binatang Surabaya (KBS), wisata lain pada Surabaya yakni Taman Ria Kenjeran juga turut memberlakukan peraturan terkait Kawasan Tanpa Asap Rokok. Berdasar pada Perwali yang dimaksud sebanding yakni Perwali 110/2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok dengan denda mulai dari dua ratus lima puluh ribu rupiah hingga maksimal lima puluh jt rupiah. Tak cuma itu, terdapat beberapa sanksi administratif seperti peringatan keras lisan hingga tertulis, hingga pencabutan izin kegiatan.

SHARISYA KUSUMA RAHMANDA | DINI MAWUNTYAS | PRIBADI WICAKSONO 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *