AAUI Pendirian Third Party Liability Jadi Asuransi Wajib untuk Kendaraan Bermotor

AAUI Pendirian Third Party Liability Jadi Asuransi Wajib untuk Kendaraan Bermotor

www.breaknews.web.id –  JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menginisiasi agar asuransi third party liability (TPL) menjadi asuransi wajib untuk seluruh kendaraan bermotor. Hal itu sejalan dengan data yang dipaparkan AAUI, bahwa hitungan kecelakaan lalu lintas masih tinggi setiap tahunnya, yakni tambahan dari 100.000 kecelakaan terjadi.

Berdasarkan data Korp Lalu Lintas (Korlantas), korban kecelakaan mencapai 148.000 tindakan hukum pada 2023, atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data AAUI, pada 2023, pembayaran klaim kendaraan bermotor mencapai Mata Uang Rupiah 7 triliun.

Oleh lantaran itu, Wakil Ketua Sektor Teknik 3 AAUI Wayan Pariama mengatakan asuransi TPL atau Asuransi Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga begitu diperlukan. Adapun asuransi TPL merupakan suatu jenis asuransi yang tersebut memberikan pertanggungan risiko berhadapan dengan tuntutan ganti kerugian dari pihak ketiga. 

Wayan berpendapat third party liability sebagai asuransi wajib dapat menghurangi beban keuangan pemerintah di memberikan kompensasi terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang tersebut ditanggung oleh perusahaan asuransi swasta.

“Sekaligus memberikan bantuan keuangan terhadap korban kecelakaan atau keluarganya,” ungkapnya pada konferensi pers di area kawasan Ibukota Selatan, Kamis (16/5).

Sementara itu, Pakar sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Kornelius Simanjuntak menyampaikan jikalau dibandingkan dengan negara-negara yang tersebut sudah ada maju, seperti Amerika Serikat hingga Jepang, asuransi TPL telah menjadi suatu asuransi yang digunakan wajib dimiliki seluruh pengendara.

Founder DKI Jakarta Defensive Driving Jusri Pulubuhu menambahkan proteksi bagi para korban kecelakaan begitu diperlukan. Sebab, beliau bilang korban jiwa, luka-luka, dan juga kerugian material yang mana diakibatkan kecelakaan lalu lintas meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan KUHP pasal 1365, Jusri mengungkapkan setiap perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian terhadap orang lain, mewajibkan orang yang tersebut oleh sebab itu kesalahannya itu mengganti kerugian tersebut. 

Dia menyampaikan hal itu menjadi dasar dibutuhkannya proteksi asuransi wajib third party liability melawan risiko kecelakaan lalu lintas yang dimaksud dapat mengakibatkan korban jiwa atau kerugian atau kehancuran harta benda. 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *