Bola  

AC Milan Tidak Konsisten, Ambrosini: Bukan Salah Stefano Pioli

AC Milan Tidak Konsisten, Ambrosini: Bukan Salah Stefano Pioli

www.breaknews.web.id – Massimo Ambrosini angkat bicara tentang performa tak konsisten AC Milan pada musim ini. Mantan pemain Rossoneri itu mengatakan, hal itu tidak kesalahan dari ahli Stefano Pioli .

Milan telah tersingkir dari kompetisi Kejuaraan Champions pasca finis di area tempat ketiga Grup F. Rafael Leao dkk terpaksa turun kasta menuju Kompetisi Eropa, lalu akan berhadapan dengan Stade Rennes di dalam sesi Play-Off 16 besar.

Selain tersingkir dari event kasta tertinggi Eropa, AC Milan juga masih belum menunjukkan performa konsisten pada Kompetisi Italia. Mereka sudah ada menelan kekalahan sebanyak empat kali juga imbang tiga kali dari 17 pertandingan.

Meskipun demikian, Rossoneri masih berada pada kedudukan ketiga klasemen musim ini. Ambrosini mengakui, AC Milan ketika ini belum mampu dibilang konsisten. Namun, pria berusia 46 tahun itu merasa heran apa yang dimaksud menyebabkan performa Rossoneri naik-turun.

“Ini adalah kelompok tanpa konsistensi. Mereka mempunyai gagasan yang cukup tepat tentang sepak bola, namun jarang berhasil mempraktikkannya. Tidak mudah untuk benar-benar memahami apa masalahnya, Milan adalah sesuatu yang dimaksud aneh,” ujar Ambrosini disitir dari Football Italia, hari terakhir pekan (29/12/2023).

Banyak dari penggemar yang dimaksud ‘menunjuk hidung’ Stefano Pioli sebagai penyulut utama AC Milan tak konsisten. Akan tetapi, Ambrosini tidak ada berpikir demikian. Dia mengatakan, menuntut Pioli untuk dipecat terlalu berlebihan.

“Saya terkejut dengan banyaknya hal negatif di dalam sekitar Milan, mengawasi betapa sejumlah orang yang dimaksud tiada terpengaruh. Secara keseluruhan, musim lalu bagus. Kejutan sebenarnya adalah bagaimana semua orang bereaksi terhadap kesulitan setelahnya meraih kemenangan Scudetto (Liga Italia),” tutur Ambrosini.

“Melihat klasemen, Milan pada dasarnya berada di tempat jalur yang digunakan tepat dengan target minimum mereka. Saya rasa kami belum mencapai point of no return dengan pelatih,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *