Cek Fakta: Kemenkes Wajibkan Pakai Masker Lagi Karena Kasus wabah Covid-19 Melonjak, Benarkah?

Cek Fakta: Kemenkes Wajibkan Pakai Masker Lagi Karena Kasus wabah wabah Covid-19 Melonjak, Benarkah?

www.breaknews.web.id – Beredar kabar adanya imbauan dari Kementerian Aspek Kesehatan (Kemenkes) persoalan kewajiban pemanfaatan masker di dalam ruang tertutup serta transportasi umum imbas naiknya perkara Covid-19. Benarkah demikian, yuk cari tahu lewat cek fakta berikut ini.

Melonjaknya pandemi Covid-19 belakangan ini kembali menimbulkan perasaan khawatir pada masyarakat. Hingga pada masa kini kasusnya juga terus meningkat setiap harinya. Bahkan, nomor kenaikan bisa jadi mencapai kurang lebih besar 200-400 persoalan hukum per harianya.

Baru-baru ini juga muncul juga narasi yang berisi imbauan Kemenkes terkait kewajiban pemakaian masker kembali. Dalam narasi tersebut, dikatakan kalau publik diwajibkan menggunakan masker di kegiatan mulai 15 Desember.

“Pemakaian masker di tempat Indonesia mulai 15 Desember 2023. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesejahteraan Nomor HK.02.01/MENKES/1042/2023 tanggal 6 Desember 2023, pemanfaatan masker pada Indonesia mulai 15 Desember 2023.
Pemakaian masker wajib di dalam tempat-tempat umum tertutup seperti:

  • Transportasi umum
  • Fasilitas pelayanan kesehatan
  • Fasilitas umum lainnya yang terdapat kerumunan orang.”

Penelusuran Suara.com menemukan memang benar terjadi peningkatan persoalan hukum Covid-19. Berdasarkan data yang mana dimiliki Kemenkes, ada 349 persoalan hukum terkonfirmasi per Hari Sabtu (16/12/2023), menjadikan total persoalan hukum terlibat ketika ini mencapai 1.983.

Kenaikan persoalan hukum Covid-19. (Tangkapan Layar/Kemenkes)
Kenaikan perkara Covid-19. (Tangkapan Layar/Kemenkes)

Meski begitu belum ada imbauan pemanfaatan masker yang dimaksud dikeluarkan. Berdasarkan pernyataan resmi Kemenkes yang dimaksud diterima Suata.com, Hari Sabtu (16/12/2023), narasi terkait pengggunaan masker yang disebutkan adalah hoaks alias bohong.

Berikut terdapat beberapa pernyataan fakta yang digunakan disampaikan oleh Kemenkes.

  1. Kemenkes tiada mengeluarkan SE terkait kewajiban penyelenggaraan masker.
  2. Masyarakat diminta untuk memakai masker pada waktu sakit atau pada tempat umum yang tersebut berisiko penularan Covid-19, juga bagi lansia lalu penyandang penyakit kronis dianjurkan menggunakan masker.
  3. Masyarakat diminta untuk setiap saat mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan guna memberikan pemeliharaan optimal dari Covid-19.
  4. Lakukan vaksinasi pandemi Covid-19 hingga dosis booster.
  5. Jika sakit dengan gejala demam, batuk, flu, segera lakukan tes PCR Covid-19. Jika hasilnya positif maka dapat lakukan isolasi mandiri.

Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi juga menyampaikan, hingga ketika ini bukan ada kebijakan untuk mewajibkan rakyat memakai masker.

Namun, anjuran memakai masker disarankan untuk seseorang yang mana sakit kemudian berada di tempat kerumunan. Hal ini akan membantu mengempiskan penambahan persoalan hukum positif Covid-19.

“Tidak ada kewajiban prokes atau pakai masker,” kata dr Siti Nadia ketika dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Kesimpulan: Disinformasi

Terjadi kenaikan tindakan hukum wabah Covid-19 dalama beberapa waktu terakhir, namun tiada ada imbauan kewajiban mengenakan masker di tempat transportasi umum yang dimaksud dikeluarkan Kemenkes.

Penggunaan masker belaka bersifat anjuran bagi warga yang sakit juga berada di dalam kerumunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *