Disentil Ferry Irwandi, Begini Keterlibatan Chef Arnold Dalam Kasus NFT

Disentil Ferry Irwandi, Begini Keterlibatan Chef Arnold Dalam Kasus NFT

www.breaknews.web.id – Chef Arnold baru sekadar memproduksi cuitan kontroversial terkait MasterChef Indonesia (MCI) musim 11. Sebagai salah satu juri, ia mengungkap bahwa pihaknya sebenarnya sudah ada baik hati bukan mendiskualifikasi salah satu finalis.

“Sudah baik kami tiada diskualifikasi. Sudah cukup sampai di tempat situ, sisanya kami bahas bertiga saja,” tulis Chef Arnold di area Twitter (X), Kamis (30/11/2023).

Cuitan itu segera menimbulkan netizen semakin panas. Chef Arnold dinilai justru memperkeruh kontroversi MCI yang pada saat ini makin melebar ke berbagai isu.

Salah satu konten kreator, Ferry Irwandi lantas mengingatkan netizen kembali perihal jejak digital Chef Arnold terkait persoalan hukum non-fungible token (NFT).

Sebagai pengingat, pada Agustus 2022 lalu Chef Arnold banyak diprotes di dalam Twitter lantaran tarif NFT Karafuru terus menurun.

Namun membantah netizen ditanggapi oleh Chef Arnold dengan jawaban yang mana tak disangka-sangka.

Chef Arnold pada waktu itu hanya sekali menyatakan permintaan maaf jikalau netizen terkait menjadi exit liquidity.Ya sorry kalau Anda jadi exit liquidity kita,” cuit Chef Arnold.

Dalam dunia kripto, exit liquidity merupakan fenomena ketika pemodal kecil membeli token NFT yang digunakan dijual pemodal besar dengan nilai tinggi. Tetapi tarif token NFT itu kemudian terus menyusut ketika hype mereda.

Cuitan Chef Arnold masalah NFT Karafuru. [Twitter]
Cuitan Chef Arnold mengenai NFT Karafuru. [Twitter]

Sehingga penanam modal besar lah yang digunakan meraup untung, sedang pemodal kecil mengalami kerugian.

Chef Arnold sendiri bukanlah founder atau pemilik NFT Karafuru. Diketahui ada tiga founder NFT Karafuru yakni Jejouw, Grady Edbert, juga Rofe.

Namun Chef Arnold beberapa kali ‘mempromosikan’ NFT Karafuru dalam Twitter. Ia juga dikenal sebagai kolektor serta kerap berpartisipasi berkomentar tentang NFT lalu kripto. Bahkan beliau juga terlibat menggoreng NFT Ghozali Everyday hingga akhirnya viral.

Tapi banyak pihak menilai, exit liquidity tak ada bedanya dengan penipuan. Sebab iklan NFT yang mana dijalankan figur masyarakat cuma tren fear of missing out (FOMO) semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *