Bola  

Gara-gara Hal ini, Wakil Presiden DFB Ragu Jerman Juara Piala Eropa 2024

Gara-gara Hal ini, Wakil Presiden DFB Ragu Jerman Juara Piala Eropa 2024

www.breaknews.web.id – Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Ralph-Uwe Schaffert, ragu Jerman akan segera meninggalkan sebagai juara Piala Eropa 2024. Hal ini disebabkan lantaran ada kesulitan internal yang tersebut terjadi pada skuad. Der Panzer.

Timnas Jerman ketika ini di kondisi yang tersebut kurang baik pasca gagal menang pada tiga pertandingan terakhir. Der Panzer diketahui menelan dua kekalahan juga satu kali imbang.

Padahal merek sedang mempersiapkan diri untuk tampil dalam Piala Eropa 2024. Turnamen itu akan berlangsung di tempat Jerman pada 14 Juni – 14 Juli 2024 mendatang. Sejumlah hasil negatif itu memproduksi federasi ragu.

Schaffert mengungkapkan rentetan hasil negatif itu akibat pemain tidak ada memberikan komitmen 100 persen untuk Der Panzer. Schaffert menegaskan, Timnas Jerman pada waktu ini tak butuh pemain bertalenta untuk mengungguli sebuah pertandingan.

“Saya punya perasaan bahwa beberapa pemain yang ketika ini berada di tempat lapangan percaya bahwa merekan sanggup turun ke lapangan dengan kemungkinan 85 persen dari komitmen mereka, kemudian kemudian Anda harus menyadari bahwa itu bukan lagi cukup melawan Turki juga Austria Saya bahkan tidaklah ingin membayangkan apa yang dimaksud akan terjadi jikalau kami bermain melawan Prancis atau Inggris dengan sikap seperti ini,” kata Schaffert dilansir dari Marca, hari terakhir pekan (29/12/2023).

“Mungkin kami tidak ada lagi semata-mata membutuhkan mereka itu yang mana sangat bertalenta, tetapi juga mereka yang tersebut bersedia menyingsingkan lengan baju. Contoh terbaik di melakukan hal ini diberikan oleh regu U-17 kami ketika mereka itu menjuarai Piala Bumi U-17,” sambungnya.

Schaffert pun sangat ragu Timnas Jerman bisa saja menjuarai Piala Eropa 2024 sekalipun berstatus sebagai tuan rumah. Wakil Presiden DFB itu menegaskan segala kekurangan Der Panzer tidak merupakan kesalahan pelatih.

“Saya punya banyak keraguan mengenai Piala Eropa tahun depan. Dari segi potensi, kita bisa saja melangkah tambahan jauh. Namun aspirasi, ekspektasi, juga kenyataan pada waktu ini sangat berbeda sehingga hal itu serupa sekali tiada dapat saya jelaskan. Saya rasa itu bukanlah oleh sebab itu dari pelatih,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *