KPPU Terus Lanjutkan Penyelidikan Meski OJK Pengenalan Aturan Baru Soal Bunga Pinjol

KPPU Terus Lanjutkan Penyelidikan Meski OJK Pengenalan Aturan Baru Soal Bunga Pinjol

www.breaknews.web.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berada dalam melakukan penyelidikan menghadapi dugaan pengaturan atau penetapan suku bunga pinjaman untuk konsumen atau penerima pinjaman yang tersebut dijalankan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Kepala Biro Humas kemudian Kerja Sama KPPU Deswin Nur menyatakan penyelidikan tetap saja berlanjut walaupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan aturan baru penurunan bunga pinjaman online (pinjol).

“Penyelidikan tentunya masih terus berjalan sesuai dengan rencana tim,” ucapnya untuk Kontan.co.id, hari terakhir pekan (17/3).

Deswin menyampaikan KPPU menyambut positif adanya aturan baru yang mana dikeluarkan OJK tersebut. Dia mengungkapkan KPPU akan menanti implementasi lebih tinggi lanjut menghadapi aturan baru tersebut.

Deswin pun tak memungkiri pihaknya sudah melakukan pemanggilan untuk perusahaan anggota AFPI. Dia mengumumkan ada banyak anggota AFPI yang dimaksud dipanggil, baik sebagai terlapor atau saksi.

“Tim investigator mempersiapkan panggilan yang tersebut dibutuhkan. Detail nama-namanya maupun urutan panggilannya kami bukan mampu sampaikan,” katanya.

Sebelumnya, mengenai dugaan kartel bunga pinjol, Deswin Nur mengungkapkan bahwa perusahaan pinjol diduga memproduksi atau melaksanakan perjanjian penetapan biaya atau suku bunga yang digunakan dikenakan ke konsumennya sebesar 0,8% di tempat pedoman asosiasi, kemudian menjadi 0,4% pada 2021.

Menurutnya, perusahaan pinjol menetapkan suku bunga sebaiknya secara independen. Selain itu, penetapan bunga juga seharusnya tak dilaksanakan oleh asosiasi. “Pengaturan berhadapan dengan bidang pinjol bisa jadi diadakan pemerintah atau regulator,” katanya terhadap KONTAN.CO.ID, hari terakhir pekan (27/10).

Dalam tahap penyelidikan awal diketahui AFPI telah terjadi menerbitkan Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Data secara Bertanggung Jawab yang mengatur penetapan jumlah total total bunga, biaya pinjaman dan juga biaya-biaya lainnya (selain biaya keterlambatan) yang tidaklah melebihi suku bunga flat  0,8 % per hari yang dihitung dari jumlah total aktual pinjaman yang digunakan diterima oleh penerima pinjaman.

Pada tahun 2021, besaran yang dimaksud diatur tidak ada melebihi 0,4% per hari.

KPPU mengatakan setiap anggota AFPI wajib menyetujui secara resmi suatu pakta integritas yang dimaksud pada dalamnya mewajibkan anggota untuk tunduk pada pedoman yang mana dibuat asosiasi tersebut.

Saat di tahap penyelidikan, KPPU telah terjadi menetapkan 44 penyelanggara peer to peer (P2P) lending sebagai terlapor menghadapi dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, khususnya Pasal 5 terkait penetapan harga.

Deswin menambahkan apabila terbukti pelaksana melakukan pelanggaran, tentu sanggup dikenakan sanksi. Adapun sanksinya, yakni denda minimal Mata Uang Rupiah 1 miliar, maksimal 10% dari penjualan, atau 50% dari keuntungan dari pelanggaran.

Adapun tahap penyelidikan awal dilaksanakan sejak 5 Oktober 2023, sebelum akhirnya dinaikkan status menjadi penyelidikan. Dalam tahap penyelidikan awal, KPPU telah dilakukan melakukan berbagai kegiatan pengumpulan informasi, termasuk permintaan informasi secara tertoreh untuk para anggota AFPI dan juga permintaan keterangan dari 5 pelaksana P2P lending, AFPI, juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Disebutkan KPPU sudah pernah memperoleh satu alat bukti dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 5 juga memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan ke tahap penyelidikan. 

Adapun Pasal 5 itu terkait larangan pelaku bisnis untuk menimbulkan kesepakatan dengan pelaku bidang usaha pesaingnya untuk menetapkan harga jual pada barang barang ataupun jasa pada suatu lingkungan ekonomi bersangkutan yang dimaksud sama. Diduga terdapat penetapan bunga pinjaman online. 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *