Penerapan Full Periodic Call Auction Papan Pemantauan Khusus Diprediksi Molor

Penerapan Full Periodic Call Auction Papan Pemantauan Khusus Diprediksi Molor

www.breaknews.web.id – BALIKPAPAN. Penerapan full periodic call auction di tempat papan pemantauan khusus berpotensi mundur dari target. Sedianya, Bursa Efek Indonesia (BEI) berusaha mencapai sistem perdagangan itu sanggup berlangsung pada Desember 2023. 

Direktur Perdagangan juga Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy menyampaikan, jikalau mengikuti jadwal yang tersebut ada, penerapan full periodic call auction akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. 

Namun Irvan nampak masih bukan yakin tentang implementasi sistem perdagangan tersebut. Dia menyiratkan ada peluang penerapan full periodic call auction berpotensi mundur dari target semula. 

“Nanti akan dikabarkan lagi. Sepertinya agak mundur. Nanti akan ada pengumuman lagi sebelum Desember 2023,” tutur Irvan pada waktu ditemui di area sela-sela acara Capital Market Workshop, hari terakhir pekan (17/11). 

Seperti yang mana diketahui, BEI telah terjadi merilis papan pemantauan khusus pada 12 Juli 2023. Pada tahap awal, BEI menerapkan sistem hybrid call auction. 

Pada tahap pertama ini, emiten yang dimaksud masuk di kriteria tak likuid akan masuk di perdagangan call auction yang akan berlaku pada dua pembukaan di satu hari.

Untuk ketentuan auto rejection auto reject saham di area papan ini ditetapkan sebesar 10% untuk saham yang harganya di tempat melawan Simbol Rupiah 10. Jadi, tarif saham dapat naik atau turun hingga 10%.

Namun kalau nilai tukar saham yang dimaksud telah berada Mata Uang Rupiah 10 atau lebih besar rendah, auto reject ditetapkan Simbol Rupiah 1. Level terendah harga jual saham juga ditetapkan Rupiah 1 per saham.

Sedangkan emiten yang tersebut masuk di papan pemantauan khusus sebab kriteria lainnya, akan menggunakan mekanisme continuous auction. Jadi saham dapat dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa saham berjalan.

Rencananya full periodic call auction akan dilaksanakan enam bulan setelahnya implementasi Papan Pemantauan Khusus Hybrid Call Auction, yakni pada Desember 2023. 

Nantinya semua saham perusahaan yang tersebut masuk ke di Papan Pemantauan Khusus akan diperdagangkan secara periodic call auction. Di tahap kedua ini akan diterapkan 5 pertemuan perdagangan periodic call auction pada satu Hari Bursa. 




Jangan Lupa Follow dan Ikuti Update Berita Di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *