Sederet Tantangan juga Solusi Cerdas Keuangan Mahasiswa

Sederet Tantangan juga Solusi Cerdas Keuangan Mahasiswa

www.breaknews.web.id – Mahasiswa merupakan golongan muda yang dimaksud punya peluang besar untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045. Namun, sederet permasalahan membayangi langkah mereka itu untuk bisa jadi sukses. Mulai dari kurangnya pengalaman dan juga keahlian yang tersebut dibutuhkan dunia kerja hingga perilaku konsumtif yang mana bukan diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang digunakan sehat.

Semua isu yang dimaksud mengemuka pada kuliah umum bertajuk “Optimizing Your Career Path with Smart Financial Choice yang dimaksud berlangsung di area Auditorium KRT Fadjar Notonegoro Fakultas Sektor Bisnis Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Selasa (7/5/2024).

Yova Shera Sianturi, Career & HR Content Creator PT Chrishera Consulting Group di kesempatan yang disebutkan mengingatkan para generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk tidaklah hanya sekali fokus pada urusan akademik tetapi juga harus berpartisipasi mempelajari berbagai keahlian yang mana dibutuhkan para pemberi kerja.

Kebanyakan perusahaan itu tiada peduli berapa IPK kalian tapi skill apa yang mana bisa saja dikontribusikan,” ujar Yova.

Setidaknya ada tiga keterampilan utama yang tersebut menurut Yova harus dipelajari serta dimiliki oleh setiap siswa untuk bisa saja sukses berkarir di dalam dunia kerja. Pertama, kemampuan mengomunikasikan secara efektif. Kedua, adaptif atau mampu beradaptasi dengan inovasi yang digunakan cepat. Ketiga, berpikir kritis serta mampu menyelesaikan permasalahan (critical thinking and problem solving). “Selain top 3 skill tadi, pengalaman tiada dapat bohong,” tandasnya.

Pemateri lainnya, financial planner yang juga Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Ninnasi Muttaqiin mengungkapkan beberapa jumlah permasalahan keuangan yang digunakan kerap menghambat atau bahkan menggagalkan kesuksesan generasi muda, antara lain kurangnya pengetahuan kemudian perencanaan keuangan, pengambilan tindakan keuangan yang dimaksud terlalu cepat juga terkadang tanpa pikir panjang. Kemudian perilaku konsumtif lalu kurang bijaksana di berbelanja, juga bukan menyadari akan resiko keuangan.

“Untuk itu penting bagi anak muda untuk melek keuangan. Belajarlah mengatur keuangan yang digunakan baik dengan memproduksi skala prioritas atau goals sejak dini. Mulailah dengan berpikir positif tentang uang, lalu mulailah penanaman modal untuk diri sendiri, juga yang mana tiada kalah penting adalah pandai  memilih gaya hidup serta lingkungan pergaulan,” tutur Ninna.

Selain perguruan tinggi, salah satu entitas yang dimaksud juga melakukan riset untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, adalah PT Bank Jago Tbk.

Value Proposition Manager Bank Jago Muhammad Pandu menjelaskan, Bank Jago dengan dibantu oleh teknologi kecerdasan buatan atau Teknologi AI (Augmented Intelligence), melakukan penelitian juga menganalisis ribuan permasalahan keuangan rakyat guna menghasilkan kembali solusi keuangan berbasis teknologi.

“Isu yang tersebut paling sejumlah muncul antara lain belum tanggal tua uang telah habis, pengeluaran tambahan besar dari pemasukan, serta ada uang dulu atau atur uang dulu?” ungkap Pandu.

Berdasarkan persoalan-persoalan tersebut, lanjut Pandu, Bank Jago kemudian merancang hasil serta layanan berbasis perangkat lunak yang dimaksud dapat tertanam pada ekosistem digital juga dapat disesuaikan dengan berbagai keinginan hidup manusia. Aplikasi Jago juga memiliki layanan Kantong serta laporan keuangan yang mana tak hanya saja membantu penggunanya mengatur keuangan secara rapi tetapi juga memulai pembangunan budaya tertib anggaran.

“Setiap orang punya permintaan hidup kemudian masing-masing punya cara sendiri untuk mengatur keuangan. Itulah kenapa Aplikasi Jago dirancang agar klien mampu fleksibel mendesain solusi keuangannya sendiri secara mudah juga seamless. Karena Aplikasi Jago terhubung dengan kekuatan lingkungan digital, seperti Gopay, Gojek, Tokopedia, dan juga Bibit serta Stockbit untuk investasi,” papar Pandu.

Berdasarkan riset Bank Jago, terdapat empat level kedewasaan finansial manusia yang dimaksud diukur berdasarkan fokus keuangannya. Level pertama adalah financial security, yakni aman secara finansial untuk membiayai permintaan dasar pribadi, seperti untuk makan, bayar sewa hunian, atau bayar listrik serta telepon.

Level kedua adalah financial resilience, yakni memiliki ketahanan keuangan yang digunakan tambahan baik oleh sebab itu penghasilannya tak cuma cukup untuk memenuhi keinginan sehari-hari tetapi juga tersedia dana siaga ketika menghadapi kejadian tak terduga.

“Level berikutnya adalah financial control atau memiliki kendali finansial. Punya penghasilan sendiri sehingga tiada lagi bergantung pada orang lain. Biasanya, mulai punya tabungan jangka panjang,” jelas Pandu.

Level terakhir adalah financial freedom atau miliki kebebasan secara finansial. “Pada level ini umumnya kesulitan finansial telah teratasi, punya dana pensiun kemudian dapat membahagiakan orang sekitar,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *