Wacana Tenaga Hijau Menguat, Bagaimana Prospek Saham PGEO?

www.breaknews.web.id –

Jakarta – Korporasi subholding Pertamina, PT Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berpeluang memiliki prospek usaha kemudian kinerja saham positif. Head of Research PT Yuanta Sekuritas Indonesia Chandra Pasaribu mengungkapkan, kinerja PGEO didorong oleh fundamental perseroan dan juga prospek saham energi terbarukan.

“Kalau kita bicara secara fundamental, di kedudukan ia (PGEO) sebagai emiten yang mana bergerak dalam sektor energi panas bumi, tentu belaka tiada ada masalah. Sama sekali tak ada masalah. everything is good, and it’s going to get even better in the next five to seven years,” ujar Chandra di keterangan tertulis, hari terakhir pekan (22/12).

Chandra melanjutkan, apalagi PGEO tak terlepas dari dukungan pemerintah terkait berbagai insentif agar publik dapat berpindah perilaku untuk memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).

Dengan adanya campur tangan dengan segera dari pemerintah, kata dia, maka rencana bidang usaha perseroan kedepannya dapat dipermudah. “Dengan begitu, kalau kita bicara in fundamental case, of course pembangunan ekonomi pada (perusahaan) green energy semacam PGEO adalah pilihan yang dimaksud tepat,” ungkapnya.

Apalagi, pada konteks perusahaan terbuka, sejauh ini baru ada dua emiten panas bumi yang digunakan tercatat di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PGEO juga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Artinya, seluruh kemungkinan penanaman modal hijau di area lantai bursa nasional hanya sekali akan tertuju pada dua saham tersebut.

Prospek usaha beberapa tahun kedepan juga diperkirakan masih tetap memperlihatkan positif seiring dengan percepatan transisi energi bersih di dalam Indonesia.

Namun, Chandra mengingatkan, terkait kinerja saham PGEO dipengaruhi oleh perbedaan cara pandang antara penanam modal ritel atau perorangan, dengan pemodal institusi.

“Kalau kita bicara ke penanam modal ritel, dia mempunyai horizon penanaman modal pendek sehingga terkadang bisa jadi mengabaikan sisi fundamental. Sebaliknya, pemodal institusional mempunyai orientasi penanaman modal jangka menengah hingga panjang, sehingga perlu membatasi risiko investasinya dengan mengawasi fundamental,” papar Chandra.

Sementara itu merujuk pada laporan kuartal tiga 2023, Chandra mengamati kinerja operasional PGEO ini cemerlang dengan total kenaikan produksi listrik serta uap sebesar 3.586 GWh (+4,3% year-on-year).

Operasi Perseroan sangat stabil dengan faktor ketersediaan 99,9% untuk uap juga 97,6% untuk listrik.

Sementara itu, faktor kapasitas gabungan mencapai 86,0%, dengan uap sebesar 81,0% juga listrik sebesar 92,0% pada Q3 2023. Hal ini mengindikasikan efisiensi yang digunakan tinggi pada operasional.

Yuanta Sekuritas memberikan target price pada saham PGEO sebesar Mata Uang Rupiah 1.420 per lembar saham.

“Kami meninjau peluang yang dimaksud kuat bagi PGEO oleh sebab itu isu energi hijau yang digunakan pada waktu ini sedang gencar disuarakan. Untuk itu, Yuanta sudah pernah meningkatkan perkembangan jangka panjang menjadi 3% (dari sebelumnya 2%),” pungkasnya.

Artikel Selanjutnya Top! Pertamina Geothermal (PGEO) Akan Tambah Kapasitas 1 GW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *